Jumat, 12 Februari 2016

Review Smartphone Lenovo P70-A


Saya sudah pakai Smartphone Lenovo P70-A ini selama beberapa bulan. Saya tidak pernah kecewa. Saya puas dengan Smartphone Lenovo P70 ini.

Smartphone Lenovo P70-A saya menjalankan Sistem Operasi KitKat Android 4.4.

Smartphone Lenovo P70-A saya tidak pernah lag. Padahal saya menjalankan aplikasi sampai 4 bahkan lebih, itu belum dihitung dengan aplikasi yang jalan di background. Note: Aplikasi yang saya maksud lebih pada kategori productivity, bukan pada kategori game dan selfie.

Mendukung SD Card sampai 64GB. Saya sudah mencobanya di Smartphone Lenovo P70-A saya dan sukses. Saya mengambil foto dan menyimpan foto otomatis langsung ke SD Card. Begitu pula untuk file-file penting lain. Termasuk untuk instalasi aplikasi yang saya perlu instal langsung ke SDCard, bukan ke memory internal. Jadi, walau menurut klaim Lenovo P70 HH (handheld) ini hanya support sampai 32GB, tapi itu tidak benar. Walau memang, yang terdeteksi dari 64GB adalah 59.46GB, tapi tetap saja lebih besar dari 32GB.

Baterainya 3,900 mAh Li-Ion. Tidak bisa dilepas. Bintang 3.

Kalau di-charge terkadang terasa sangat panas, tapi itu saya akali dengan menaruhnya di atas notebook cooler Deepcool saya. Jadi suhu pada waktu charge setidaknya normal, atau malah terasa dingin. Bintang 4. Karena teknologi fast-charging cuma butuh 2 jam dari 25% sampai 100% dalam keadaan mati. Saya juga pernah pakai timer, saya setel 2 jam, malah saya lihat sebelum 2 jam sudah 100%, padahal sebelum saya charge dan matikan, persen baterai ada di 5%.

Kameranya bagus, walau butuh loading lama, tidak secepat iPhone tentu saja. Jadi kalau ingin cepat-cepatan mengambil foto anak balita, sudah keburu mereka teralihkan perhatiannya baru kena jepretan foto, tapi kalau cuma untuk yang jarang-jarang foto-foto seperti saya, kameranya sudah lebih dari cukup. Alias bagus. Bintang 5.

Alasan saya tidak meng-upgrade ke Lollipop (Android 5 titik sekian sekian) karena saya tidak mau kehilangan fitur double-tap to wake up. Jadi Smartphone Lenovo P70-A ini ketika tidur (sleep) bisa saya bangunkan hanya dengan dua kali ketuk (tidak perlu selalu pencet tombol power, supaya tombol power-nya awet.) Dan juga, untuk me-lock (mengunci) secara otomatis, saya cukup goyangkan Lenovo P70-A saya, otomatis terkunci sendiri, tanpa saya tekan tombol power. Bintang 5. Saya juga tidak mengalami keluhan yang banyak seperti loading lama buka kontak (buku telpon) lama padahal daftar kontak saya lebih dari 600 orang. Sambil buka WA, sambil buka ini, buka itu, buka kontak, tidak pernah masalah, semuanya CEPAT! Masih banyak lagi alasan lain, tapi saya khawatir review saya jadi terlalu panjang lagi kalau saya tulis semua alasannya di sini.

Saya tidak selalu bersama Smartphone Lenovo P70-A, tapi saya biasa charge sekitar sehari sekali. Sekali charge 2 jam. Bisa juga, kalau saya agak sering beraktivitas dengan mobile (kombinasi Smartphone Lenovo P70-A dan notebook) saya charge sekitar 1.5 hari 2 kali. Sekali charge sekitar 2 jam. Setiap kali charge saya selalu mematikan Smartphone saya. Dan sebelum terlewat lebih dari 100% sudah saya cabut colokannya. Catatan buat saya sendiri: Punya barang bagus harus dijaga baik-baik, tidak boleh serampangan.

Dari bawaan box, sudah ada casing juga. Bagus. Tapi untuk anti glare (anti gores) pasang sendiri. Ini bedanya beli Smartphone di Bhinneka sama beli Smartphone di toko lokal secara offline. Kalau saya beli di toko Smartphone lokal untuk membeli gadget, langsung dipasangkan anti goresnya sekalian, walau tanpa saya minta atau saya omongi dulu. Proactive is always better than Reactive.

Dual SIM. Yang kiri 3G, yang kanan 2G, di bagian atas 3G, itu bisa ditaruh SD Card maksimal 64GB.

Apa sajakah kekurangan Lenovo P70-A selain yang saya sudah sebutkan di atas? Untuk kebutuhan saya, boleh dibilang, saya jawab tidak ada. Tapi supaya fair, begini, saya coba instal aplikasi BBM di Smartphone Lenovo P70-A saya, memang sukses di-install, tapi aplikasi BBM itu menguras baterai Lenovo P70-A, sementara saya bukan pengguna aktif BBM, jadi saya uninstall lagi BBM-nya.

Kekurangan lain adalah saya kesulitan untuk mengetikkan dan mengeditkan file-file penting di Sheet milik Google. Jadi untuk hal tersebut, solusi saya pribadi masih ke laptop dengan menggunakan aplikasi standar seperti yang orang-orang pakai pada umumnya.

Kekurangan lain adalah suaranya tidak sedahsyat tablet ibu saya, Lenovo Tab 2 yang speaker internalnya sudah Dolby Atmos. Tapi karena saya hampir tidak pernah menyetel game atau film atau lagu yang langsung dengan speaker Lenovo P70-A, itu juga sebenarnya tidak masalah buat saya, karena saya menggunakan AUDIO-TECHNICA ATH M50X - Black Pro Monitoring Headphone (yang katanya juragan lain yang me-review unit tersebut adalah earphone yang dipakai Justin Bieber). Jadi suaranya yang saya dengar masih tetap bagus, walau cuma saya yang bisa dengar, tidak bisa didengar rame-rame saat kumpul keluarga, kecuali kalau saya pairing dengan speaker bluetooth external.

Kekurangan lain adalah Lenovo P70-A ini bisa restart sendiri kalau salah setting. Kemungkinan terjadinya macam-macam. Ada yang tidak pakai SD Card bisa restart sendiri. Ada yang SD Card pakai, tapi kurang masuk, restart sendiri. Saya sendiri tidak tahu kenapa bisa begitu. Bisa ditanyakan ke tim ahli Lenovo saja bagi yang masih pingin tahu. Kepo lebih baik daripada gaptek.

Secara keseluruhan saya memberi bintang 5 untuk produk Lenovo P70-A ini karena harganya juga murah meriah. Untuk pelayanan di Bhinneka secara umum juga saya beri rating cukup (malas kasih bintangnya berapa berapa.)

Bila Anda sudah berputar-putar dari beli online yang satu ke beli online yang lain, sudah, jangan ragu-ragu lagi, kalau memang niat Anda untuk hack Android, penggemar KitKat, rooting, smartphone yang bandel, yang laju larinya kencang, baterainya tahan lama, pakai saja Lenovo P70-A ini.

Bila Anda penggemar foto yang harus diambil dalam jeda yang sangat cepat, mendengarkan lagu rame-rame dengan speaker internal, saya tidak menganjurkan Lenovo P70-A ini. Sesuaikan dengan kebutuhan. Sesuaikan kebutuhan. Semua produk pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Tinggal bagaimana pengguna memilih dan memilahnya saja.

Ini adalah salinan catatan review yang saya taruh di http://www.bhinneka.com/products/sku00715597/lenovo_p70_-_midnight_blue.aspx#navcustomerreviews

UPDATE 1 pada 19 Februari 2016

Lenovo P70-A saya pernah begini. Baterainya 78% lalu malam-malam sebelum tidur saya matikan. Kemudian paginya saya nyalakan. Setelah sudah nyala secara sempurna, saya abaikan, dan tidak seberapa lama dari pengabaian saya, HH Lenovo P70-A saya ini restart sendiri, kemudian setelah HH Lenovo P70-A saya ini menyala lagi, baterainya bukan di sekitar 78% lagi, tapi di 100% dan untuk turunnya juga tetap lama seperti biasa, tidak ada yang anjlok. Ajaib bukan?

Kasus kedua, HH Lenovo P70-A saya ini saat saya charge selalu dalam keadaan mati. Ada suatu saat, setelah di-charge, HH ini tidak mau dinyalakan. Caranya selain pencet tombol power juga pencet Volume ke bawah secara bersamaan. Nyala lagi dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan menyampaikan komentar yang konstruktif atau diam.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.