Minggu, 14 Februari 2016

Review Lenovo Vibe P1M


Saya mau review HH ini. Sudah saya pakai sekitar sebulan beberapa minggu.

+ Dual SIM. Bisa diisi dua-duanya. Sudah support LTE.
+ Support SD Card sampai 64GB. Tested.
+ OS Lollipop.
+ Tidak pernah restart sendiri.
+ Harga murah meriah.
+ Foto-foto oke. Disclaimer: Saya jarang foto-foto orang lain, apalagi selfie (foto-foto diri sendiri).
+ Radio FM oke. Saya dengar radio pakai headphone tapi.
+ Wifi oke.
+ Bluetooth oke.
+ Baterai tahan sampai berhari-hari untuk pemakaian normal. Tapi kalau dipakai nyala terus-terusan (OTS, on the screen time) saya belum pernah coba, karena memang tidak pernah begitu di HH. Biasanya saya charge sekitar 2 atau 3 hari sekali. Biasanya yang bikin cepat habis baterai itu HH-nya mabok nyari sinyal.
+ Speaker internal oke.
+ Saya pakai tidak pernah panas.
+ Sudah ada anti gores, walau bukan tempered glass, tapi cuma anti glare.
+ Sudah ada casing bawaan. Casing yang cantik dan empuk.
+ Otomatis power saver. Kalau power saver diaktifkan di bagian kiri HH itu, bisa tambah awet baterainya (lama hidup HH-nya). Tapi kalau awet itu diinterpretasikan berupa usia dari baterai HH ini sampai berapa lama, jangan tanya ke saya, karena saya bukan orang hardware, apalagi orang baterai.
+ Desainnya bagus, kalau tidak bisa saya bilang mewah. Akhirnya saya jadi terbiasa dilirik orang kalau lagi nenteng HH murah meriah begini. Mungkin mereka kira Smartphone saya Apple juga sama seperti komputer saya. Padahal saya juga tidak pakai peralatan elektronik untuk menaikkan prestise, cuma menyesuaikan berdasarkan kebutuhan. Bila ada stigma menaikkan gengsi itu menurut saya semata-mata interpretasi massal belaka.

- Baterai 3,900 mAh Li-Ion. Bukan Li-Po. Jangan terjebak dengan keterangan GSM Arena maupun summary info di Bhinneka yang keliru. Li-Ion, bukan Li-Po.
- Kalau buka aplikasi banyak bisa hang. Contoh buka WA, sambil buka Google Kontak, sambil buka Google Mail, saya pernah hang pas kayak gitu.
- Bhinneka tidak mau memasangkan anti gores, itu menurut saya. Kalau menurut sales bhinneka yang tempo hari melayani saya, mungkin tidak tahu kalau HH ini sudah ada anti gores di dalam box-nya, makanya katanya tidak ada anti gores. Padahal ketika barang sudah sampai, sudah ada anti gores di dalam box yang masih bersegel. Kelebihannya dari hal ini memang barang masih bersegel, jadi tidak diutak atik. Kekurangannya: Product Knowledge sales yang bersangkutan, dan saya jadi harus memasang sendiri ke langganan saya. Jadi tidak full solusi online, dari internet, barang datang sendiri secara tuntas tas tas tas.
- Untuk mengaktifkan atau pun menonaktifkan baterai saver di samping kiri, tidak bisa langsung bila HH dalam keadaan berbaju atau ada dalam casing. Jadi harus telanjang dulu, atau harus buka/keluarkan dari casing dulu. Baru masukkan lagi ke casing kalau sudah. Kurang praktis. Kalau masih berbaju, sangkut. Ini casing bawaan, sudah ada di box, dari Lenovo-nya.


Buat yang suka baterai besar, walau bukan Li-Po, cocok pakai HH ini. Lama charge sekitar 2 jam.
Buat yang ingin tenaga lebih besar, bisa pakai kakaknya HH ini, hilangkan M (Mini), sudah ada di Bhinneka sini Lenovo Vibe P1 Turbo. Yang pakai kakaknya mungkin lebih cocok buat yang suka buka aplikasi sekaligus banyak atau yang berat-berat. Kata mungkin saya garis bawahi karena disclaimer sampai tulisan review ini saya buat, saya sendiri belum mencoba kakaknya. Peace. Jadi silakan dikoreksi bila ada yang lebih tahu daripada saya.

Untuk review Bhinneka


UPDATE 1

Untuk pemakaian dengan muka yang penuh keringat, HH ini memang tahan. Tapi kalau percobaan HH ini yang direndam dalam air, saya belum pernah mencobanya, takut.

Kalau kena cipratan air juga sudah dicoba, ceritanya ada yang habis mandi-mandi, kibas-kibas buka-tutup handuk sampai airnya tidak sengaja menciprat ke HH ini, tapi HH ini fine-fine aja, sampai sekarang tidak pernah ada masalah.
UPDATE 2

Pada point

- Kalau buka aplikasi banyak bisa hang. Contoh buka WA, sambil buka Google Kontak, sambil buka Google Mail, saya pernah hang pas kayak gitu.

di atas, semuanya itu saya coret, nih begini

- Kalau buka aplikasi banyak bisa hang. Contoh buka WA, sambil buka Google Kontak, sambil buka Google Mail, saya pernah hang pas kayak gitu.

 Entah karena apa, mungkin karena saya update ke terbaru (yang disediakan Lenovo Vibe P1M, bukan yang terbaru yang disediakan Google Android), atau karena apa, saya tak tahu. Yang pasti, saya tidak pernah lagi hang ketika banyak membuka aplikasi. Memang mungkin pernah, tapi tidak sering-sering. Maksud saya, baru terjadi kalau sudah buka 30 aplikasi lebih. Sementara saya hampir tidak pernah membuka aplikasi sampai kelewat banyak seperti itu.

Jumat, 12 Februari 2016

Review Smartphone Lenovo P70-A


Saya sudah pakai Smartphone Lenovo P70-A ini selama beberapa bulan. Saya tidak pernah kecewa. Saya puas dengan Smartphone Lenovo P70 ini.

Smartphone Lenovo P70-A saya menjalankan Sistem Operasi KitKat Android 4.4.

Smartphone Lenovo P70-A saya tidak pernah lag. Padahal saya menjalankan aplikasi sampai 4 bahkan lebih, itu belum dihitung dengan aplikasi yang jalan di background. Note: Aplikasi yang saya maksud lebih pada kategori productivity, bukan pada kategori game dan selfie.

Mendukung SD Card sampai 64GB. Saya sudah mencobanya di Smartphone Lenovo P70-A saya dan sukses. Saya mengambil foto dan menyimpan foto otomatis langsung ke SD Card. Begitu pula untuk file-file penting lain. Termasuk untuk instalasi aplikasi yang saya perlu instal langsung ke SDCard, bukan ke memory internal. Jadi, walau menurut klaim Lenovo P70 HH (handheld) ini hanya support sampai 32GB, tapi itu tidak benar. Walau memang, yang terdeteksi dari 64GB adalah 59.46GB, tapi tetap saja lebih besar dari 32GB.

Baterainya 3,900 mAh Li-Ion. Tidak bisa dilepas. Bintang 3.

Kalau di-charge terkadang terasa sangat panas, tapi itu saya akali dengan menaruhnya di atas notebook cooler Deepcool saya. Jadi suhu pada waktu charge setidaknya normal, atau malah terasa dingin. Bintang 4. Karena teknologi fast-charging cuma butuh 2 jam dari 25% sampai 100% dalam keadaan mati. Saya juga pernah pakai timer, saya setel 2 jam, malah saya lihat sebelum 2 jam sudah 100%, padahal sebelum saya charge dan matikan, persen baterai ada di 5%.

Kameranya bagus, walau butuh loading lama, tidak secepat iPhone tentu saja. Jadi kalau ingin cepat-cepatan mengambil foto anak balita, sudah keburu mereka teralihkan perhatiannya baru kena jepretan foto, tapi kalau cuma untuk yang jarang-jarang foto-foto seperti saya, kameranya sudah lebih dari cukup. Alias bagus. Bintang 5.

Alasan saya tidak meng-upgrade ke Lollipop (Android 5 titik sekian sekian) karena saya tidak mau kehilangan fitur double-tap to wake up. Jadi Smartphone Lenovo P70-A ini ketika tidur (sleep) bisa saya bangunkan hanya dengan dua kali ketuk (tidak perlu selalu pencet tombol power, supaya tombol power-nya awet.) Dan juga, untuk me-lock (mengunci) secara otomatis, saya cukup goyangkan Lenovo P70-A saya, otomatis terkunci sendiri, tanpa saya tekan tombol power. Bintang 5. Saya juga tidak mengalami keluhan yang banyak seperti loading lama buka kontak (buku telpon) lama padahal daftar kontak saya lebih dari 600 orang. Sambil buka WA, sambil buka ini, buka itu, buka kontak, tidak pernah masalah, semuanya CEPAT! Masih banyak lagi alasan lain, tapi saya khawatir review saya jadi terlalu panjang lagi kalau saya tulis semua alasannya di sini.

Saya tidak selalu bersama Smartphone Lenovo P70-A, tapi saya biasa charge sekitar sehari sekali. Sekali charge 2 jam. Bisa juga, kalau saya agak sering beraktivitas dengan mobile (kombinasi Smartphone Lenovo P70-A dan notebook) saya charge sekitar 1.5 hari 2 kali. Sekali charge sekitar 2 jam. Setiap kali charge saya selalu mematikan Smartphone saya. Dan sebelum terlewat lebih dari 100% sudah saya cabut colokannya. Catatan buat saya sendiri: Punya barang bagus harus dijaga baik-baik, tidak boleh serampangan.

Dari bawaan box, sudah ada casing juga. Bagus. Tapi untuk anti glare (anti gores) pasang sendiri. Ini bedanya beli Smartphone di Bhinneka sama beli Smartphone di toko lokal secara offline. Kalau saya beli di toko Smartphone lokal untuk membeli gadget, langsung dipasangkan anti goresnya sekalian, walau tanpa saya minta atau saya omongi dulu. Proactive is always better than Reactive.

Dual SIM. Yang kiri 3G, yang kanan 2G, di bagian atas 3G, itu bisa ditaruh SD Card maksimal 64GB.

Apa sajakah kekurangan Lenovo P70-A selain yang saya sudah sebutkan di atas? Untuk kebutuhan saya, boleh dibilang, saya jawab tidak ada. Tapi supaya fair, begini, saya coba instal aplikasi BBM di Smartphone Lenovo P70-A saya, memang sukses di-install, tapi aplikasi BBM itu menguras baterai Lenovo P70-A, sementara saya bukan pengguna aktif BBM, jadi saya uninstall lagi BBM-nya.

Kekurangan lain adalah saya kesulitan untuk mengetikkan dan mengeditkan file-file penting di Sheet milik Google. Jadi untuk hal tersebut, solusi saya pribadi masih ke laptop dengan menggunakan aplikasi standar seperti yang orang-orang pakai pada umumnya.

Kekurangan lain adalah suaranya tidak sedahsyat tablet ibu saya, Lenovo Tab 2 yang speaker internalnya sudah Dolby Atmos. Tapi karena saya hampir tidak pernah menyetel game atau film atau lagu yang langsung dengan speaker Lenovo P70-A, itu juga sebenarnya tidak masalah buat saya, karena saya menggunakan AUDIO-TECHNICA ATH M50X - Black Pro Monitoring Headphone (yang katanya juragan lain yang me-review unit tersebut adalah earphone yang dipakai Justin Bieber). Jadi suaranya yang saya dengar masih tetap bagus, walau cuma saya yang bisa dengar, tidak bisa didengar rame-rame saat kumpul keluarga, kecuali kalau saya pairing dengan speaker bluetooth external.

Kekurangan lain adalah Lenovo P70-A ini bisa restart sendiri kalau salah setting. Kemungkinan terjadinya macam-macam. Ada yang tidak pakai SD Card bisa restart sendiri. Ada yang SD Card pakai, tapi kurang masuk, restart sendiri. Saya sendiri tidak tahu kenapa bisa begitu. Bisa ditanyakan ke tim ahli Lenovo saja bagi yang masih pingin tahu. Kepo lebih baik daripada gaptek.

Secara keseluruhan saya memberi bintang 5 untuk produk Lenovo P70-A ini karena harganya juga murah meriah. Untuk pelayanan di Bhinneka secara umum juga saya beri rating cukup (malas kasih bintangnya berapa berapa.)

Bila Anda sudah berputar-putar dari beli online yang satu ke beli online yang lain, sudah, jangan ragu-ragu lagi, kalau memang niat Anda untuk hack Android, penggemar KitKat, rooting, smartphone yang bandel, yang laju larinya kencang, baterainya tahan lama, pakai saja Lenovo P70-A ini.

Bila Anda penggemar foto yang harus diambil dalam jeda yang sangat cepat, mendengarkan lagu rame-rame dengan speaker internal, saya tidak menganjurkan Lenovo P70-A ini. Sesuaikan dengan kebutuhan. Sesuaikan kebutuhan. Semua produk pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Tinggal bagaimana pengguna memilih dan memilahnya saja.

Ini adalah salinan catatan review yang saya taruh di http://www.bhinneka.com/products/sku00715597/lenovo_p70_-_midnight_blue.aspx#navcustomerreviews

UPDATE 1 pada 19 Februari 2016

Lenovo P70-A saya pernah begini. Baterainya 78% lalu malam-malam sebelum tidur saya matikan. Kemudian paginya saya nyalakan. Setelah sudah nyala secara sempurna, saya abaikan, dan tidak seberapa lama dari pengabaian saya, HH Lenovo P70-A saya ini restart sendiri, kemudian setelah HH Lenovo P70-A saya ini menyala lagi, baterainya bukan di sekitar 78% lagi, tapi di 100% dan untuk turunnya juga tetap lama seperti biasa, tidak ada yang anjlok. Ajaib bukan?

Kasus kedua, HH Lenovo P70-A saya ini saat saya charge selalu dalam keadaan mati. Ada suatu saat, setelah di-charge, HH ini tidak mau dinyalakan. Caranya selain pencet tombol power juga pencet Volume ke bawah secara bersamaan. Nyala lagi dia.

Satisfied

At first, I felt afraid to purchase anything from Bhinneka Marketplace, because I have read so many bad reviews from other customers about faked iPhone, and I have bad experiences purchasing from one or some Merchants at Bhinneka, be it no product (in my case, Stylus) but I had already transferred my money, so that I had to wait for Bhinneka to transfer my money back, etc, etc, just like right now, I'm waiting for Bhinneka to transfer back my money 62,000 because that merchant didn't give me an invoice and of course didn't send me the product I paid. I tried avoiding dealing with any merchants if possible. Why? To keep peaceful! However, I found Anylinx is one of the hottest Merchants at Bhinneka, besides Anylinx has been always at Bhinneka front page, so I thought why not give it a try?

I just didn't have this same problem with Anylinx. Bhinneka Sales Consultant, Pak Fauzi, helped me purchasing the LAN cable cat 7 that I needed on Jan 30th, 2016, and then this LAN cable arrived at my place on Feb 3rd, 2016.

Anylinx, I'm sold. Repeat Order? Yes, for sure!

For other Bhinneka customers who live outside Java island, you don't need to feel worried dealing with Anylinx. As long as the product you purchase is the right product you need, I don't think you'll find any trouble.

As usual, I also put my review on my blog, in case I need to update my review.

http://www.bhinneka.com/products/sku05315617/anylinx_kabel_lan_cat_7_30_meter_-_putih.aspx

UPDATE 3 Mar 2016

Bhinneka appeared to give my money back on 11 Feb 2016.