Senin, 25 Januari 2016

Tablet Lenovo TAB 2 A8-50 Ibu saya suka :)

Hari minggu ini, tanggal 24 Januari 2016, saya mendapat email dari Bhinneka yang isinya mengajak saya untuk menulis review lagi untuk barang-barang yang saya beli terakhir kali. Baiklah. Saya akan menuliskan review saya yang kedua kali untuk tablet ibu saya ini. Walau, saya sebenarnya heran, apakah Bhinneka sudah punya sistem automated email yang menganjurkan pembeli setianya untuk menulis review mengenai barang-barang yang sudah dibeli, ataukah saya mendapat email seperti ini karena saya sudah menulis review untuk pertama kali banget mengenai laptop saya, HP Spectre x360 13-4125TU Gold 512GB minggu lalu. Kenapa saya berpikiran seperti itu? Karena entah karena tulisan atau pun tidak (sayanya aja yang ke-ge-er-an), sehari setelah tulisan saya itu ada, di Bhinneka sudah menyediakan laptop convertible Lenovo Yoga Skylake. Bagaimanapun, saya tetap suka sama Bhinneka karena (tulisan/omongan) saya didengar, terlepas dari apakah tulisan saya disahuti balik apa tidak sama orang bhinneka, hehehe. Suka yang bagaimana sih? Suka yang begini, Bhinneka adalah acuan pertama saya untuk membeli sesuatu sebelum saya berpikir untuk membeli di tempat lain.


Kenapa saya memilih tablet ini, karena saya ingin ibu saya pakai tablet. Ya, jadi spek-nya memang bukan untuk saya. Dan insting (educated/experienced instinct) saya terbukti, setelah barangnya sampai, saya setel-setelkan sesuai untuk kebutuhan ibu saya, saya memang ngomel-ngomel terus pakainya, tapi tidak dengan ibu saya. Ibu saya suka sama tablet ini.


Mulai dari kecepatan barang sampai dulu, ya. Barang ini termasuk cepat sampainya. Terima kasih untuk sales yang saya tidak mau sebutkan namanya disini yang sudah dengan sabar melayani saya di hari Sabtu, 26 Desember 2015. Di mana di saat orang-orang libur, dia masuk, melayani saya. Employee seperti ini harus dihargai dengan memberikan bayaran khusus karena weekend dia masuk. Tapi ini sih menurut saya aja. Untungnya buat saya apa? Ya, saya jadi merasa terbantu sekali, barang-barang yang saya (ibu saya) butuhkan, mendapatkan pelayanan tanggap. Lho kok, saya memuji-muji? Ada maunya ya? Anda anggap pujian saya terlalu tinggi? Tidak juga. Saya bicara kenyataan kok. Saya khan pilih Bhinneka supaya saya tinggal pesan di tempat, barang datang, tanpa harus keluar-keluar lagi. Bintang 5.


Tentang kerapian paket, sudah tidak perlu dibahas lagi, tidak perlu dipertanyakan lagi. Pokoknya pemaketan barang-barang yang dikirim oleh Bhinneka, BAGUS! Anda tidak perlu takut barangnya Anda rusak karena terguncang-guncang di proses pengirimannya. Saya selama ini selalu memakai jasa JNE Regular btw. Mau barangnya besar, mau barangnya kecil, selama ini, saya tidak pernah menerima kondisi kemasan barang yang penyok. Bintang 5.


Lenovo TAB 2 A8-50 ini mendukung Dual Dolby Atmos, jadi suaranya, bagus. Bintang 5.


Layarnya 8 inci, dengan resolusi layar 1280 x 800 IPS. Adapter grafis yang dipakai tablet ini adalah ARM Mali-T720 MP2. Jadi pas buat ibu saya. Walau awalnya dia mengeluhkan tulisannya terlalu kecil. Padahal sudah saya setelkan ukuran font raksasa. Mungkin lain kali saya perlu belikan yang 13 inci sekalian, begitu pikir saya awalnya, tapi setelah ibu saya pakai, ternyata tidak. Ibu saya cocok sama tablet ini. Bintang 5.


Prosesor quad-core sesuai spec yang tertulis di web bhinneka, ya. Ada 4 core prosesornya. Mediatek MT8735 QC (Quad Core) 1.3GHz 64 bit. Yang 64 bit kayaknya di Web Bhinneka ketinggalan tuch. Yang 64 bit ini informasinya saya dapatkan dari box tablet ibu saya. Anyway, ayo siapa orangnya yang mengetikkan info summary unit ini di bhinneka, dibetulkan itu ayo :) Anyway. Ya, itu tadi, kalau untuk saya, tablet ini lambat, dan saya pasti dongkol pakainya, tapi kalau buat ibu saya, tidak begitu. Karena ibu saya pakai tablet ini Cuma buka sedikit aplikasi. Paling banyak 3 aplikasi. Biasanya untuk menyambung silaturahmi sesama ibu-ibu dosen, juga untuk membaca berita. Itu saja. Beda dengan saya. Beda banget. Kepanjangan kalau saya tuliskan disini bedanya :p 


Kembali lagi ke spec tablet ini, Memory atau RAM LP-DDR3 1GB. Ini juga di web bhinneka kurang detil. Padahal info detil begini kalau spec bukan lagi penting (important), tapi crucial (sangat penting) buat calon pembeli yang sedang membanding-bandingkan tablet mana yang akan dipilih. Lebih penting dari info marketingnya. Itu kalau menurut saya. Bisa jadi tapi menurut calon pembeli yang tidak begitu dengan spek teknis berbeda pendapatnya dengan saya. Storage 16GB. Kombinasi Prosesor, Memory dan Storage ini saya beri bintang 4 untuk Lenovo Tab 2 A8 ini bila penggunanya ibu saya, tapi bintang 1 kalau penggunanya saya. Dan bintang 3 untuk employee di bhinneka yang mengetikkannya supaya nanti lebih teliti lagi ya :)


Kok beda-beda kasih bintangnya? Wah harus detil! Karena suatu gadget itu sangat erat kaitannya dengan pemakainya, dengan gaya hidup pemakainya juga. Tentu saja pelayanan employee di Bhinneka harus ada bintangnya supaya nanti bisa terjadi improvement yang lebih baik lagi. Jaminan mutu tidak boleh turun dan harus dijaga terus untuk yang sudah baik, dan yang kurang-kurang ya diperbaiki di kemudian hari. Jangan sampai beda spec yang dituliskan di web bhinneka, dengan kenyataan spec barangnya, bisa bahaya kalau beda, nanti pembeli kecewa loh.


Tapi tadi kan storage internal. Bagaimana dengan storage eksternal? Tablet Lenovo TAB 2 A8-50 ini mendukung MicroSD Card sampai 32MB. Untuk Lenovo saya kasih bintang 5. Untuk yang menulis spec di Bhinneka karena tidak menulis informasi detil spec yang sungguh amat sangat penting seperti ini saya beri bintang 0. Sebentar! Kenapa saya kasih bintang 5 buat Lenovo TAB 2 A8-50? Kenapa bukan cuma 3? Toh itu Cuma 32GB, bukan 128GB. Karena saya juga perhitungkan dengan harga jualnya yang termasuk murah, tapi fiturnya ada itunya. Justru malah kalau tabletnya kelas 8 hingga belasan juta malah saya kasih bintang 3 bila support MicroSD Card sampai 128GB UHS II.


Lama charge biasalah. 2 jam. Itu dari 15% sampai 99%. Kok ngga sampai 100% pak? Saya juga tidak tau kenapa begitu. Tapi saya pernah dinasihati oleh seorang ahli listrik dari toko besar ternama di indo maupun di luar indo yang saya tidak mau sebut namanya disini. Kata dia kalau charge tidak boleh 100% supaya baterai awet. Apakah Anda lebih tahu mengenai ini? Jangan cuma menjadi pembaca pasif, gan, komentari saja review saya ini untuk mengoreksi mana yang salah, dan bagaimana men-charge baterai tablet ini yang benar supaya baterainya awet dan tahan lama. Hm, sebenarnya spec baterainya apa sih? Ini: 3.8V 16.3 Wh Li-Po, 4290 mAh. Gimana gan? Terasa gahar? :)) Menurut saya tidak juga. http://www.oukitel.cc/english/news/201507/63.html Ada lagi produk namanya Oukitel yang baterainya sa’pirang-pirang sampai 10,000 mAh, tapi btw, itu smartphone android, bukan tablet android, hiyaaat … tuch kan saya jadi asik sendiri. Memang saya penggila baterai-baterai besar untuk mendukungan kegiatan membaca dan menulis saya di gadget dan saya tidak mau tau apakah gadget ini jadi berat karena baterainya besar, anyway, pokoknya saya penggila gadget yang baterainya raksasa, yang semakin tahan lama, semakin bagus, begitu menurut saya. Saya tidak tahu kapan Bhinneka menyediakan Oukitel 10,000 mAh tersebut di Indonesia hehehe Saya juga tidak tahu apakah Lenovo bakal bikin tablet saingan Oukitel dengan baterai raksasa begini di kemudian hari. Ya semoga saja. Supaya industri gadget bisa berkembang ke arah yang lebih baik ya. :) Sekalian yang tahan air, bisa ditenggelamkan kebal tidak rusak-rusak. Selain kuat di baterai, anyway.


Baterai tahan berapa lama? Tergantung pemakaian. Kalau ibu saya pakai bisa 40 jam baru charge. Bisa juga kalau sering pakai ya sekitar sehari lebih berapa jam begitu baru charge. Kalau saya yang pakai? Saya tidak pernah mau pakai ini :p Performanya bisa menurun dengan cepat kalau saya yang pakai. Saya pakainya HP Spectre x360 13-4125TU Gold 512GB yang bisa saya ubah jadi tablet atau kecuali nanti kalau Apple sudah mengeluarkan iPad Pro 5 barangkali. Itu sudah. Jadi bintang berapa nich? Bintang 5 dong. Ibu saya mengangguk-angguk kalau saya ceritakan biasanya orang pakai gadget tablet sebentar-bentar charge atau pakai powerbank, apalagi merek yang terkenal itu, ah apa sih hehehe. Yang penting sesuai kebutuhan ibu saya khan :) Lho kalau saya? Ini tablet kasih bintang berapa? Ya itu, kebutuhan saya beda dengan kebutuhan ibu saya. Seharusnya bisa ditarik kesimpulan sendiri dari spec yang saya sebut-sebut untuk kebutuhan tablet saya seperti apa dan bintang berapanya, anyway.


Foto-foto? Ibu saya tidak pakai tablet ini untuk foto-foto. Saya juga tidak suka foto-foto sama gadget. Jadi no komen dan tidak saya kasih bintangnya berapa-berapa. Tapi kalau lihat dari hasil googling sih orang pada bilang kualitas foto jelek. Ah, tapi itu tidak penting buat saya. Apalagi ibu saya.


Telpon? Lho kok dipake telpon? Tablet sebesar ini? Hahaha, iya, sudah pernah kami coba. Telpon pakai socmed aja bisa kok gratis. Dipilih aja socmed apa yang bisa telpon. Itu sudah. Bintang 5.


Kalau SMS? SMS juga bisa. Google Hangouts aja bagus! Bintang 5. Tapi bintang 5 ini lebih buat Google dong kalau gitu, anyway. Iya, tapi khan tidak ada Android kalau dulu Google tidak keluarkan Android.


Sistem operasi yang dipakai Tablet Lenovo TAB 2 A8-50 ini adalah Android 5 atau Lollipop. Jadi baguslah. Jadi buat Android geek di luar sana yang terlanjur jatuh cinta dengan KitKat dan gagal move on, ya sudah, jangan kecewalah :) Lagi-lagi sesuaikan kebutuhan, kalau mau ngoprek, mungkin bukan ini tabletnya.


Closing: Kok kedengarannya saya pro sekali dengan Bhinneka? Apakah saya dibayar atau menanam saham di Bhinneka? Sebenarnya saya juga pernah mengalami kekecewaan, komplain, marah dan lain sebagainya dengan layanan perorangan atau beberapa orang di Bhinneka. Tapi itu semua sudah saya sampaikan ke orang/tim yang bersangkutan secara langsung. Karena di form review ini saya memfokuskan untuk me-review saja. Iya me-review barangnya, iya me-review pelayanannya Bhinneka (secara keseluruhan, bukan parsial). Namanya kita manusia ya ada kelebihan dan kekurangannya. Yang jelas, menurut saya, Bhinneka tetap lebih banyak baiknya ketimbang buruknya.


Sebelum benar-benar saya tutup. Saya sebutkan lagi kekurangan tablet ini. Lebih berat dari tablet-tablet 8 inci lain. Juga kadang memang layar sentuhnya tidak masuk secara benar, ya. Tapi lagi-lagi kembali lihat ke harga, kalau menurut saya, untuk harga 2 juta-an, bila kebutuhannya seperti ibu saya, worth it lah.


Jadi ringkasan bintangnya jadi berapa nich? Bintang 4. Berikut ini rinciannya:

5 kecepatan barang sampai dan pelayanan sales.
5 kerapian paket JNE Regular.
5 Dual Dolby Atmos.
5 Layar.
4 Prosesor, Memory dan Internal Storage
3 Employee yang memasukkan informasi teknis
5 External Storage
5 Baterai
5 Telpon
5 SMS
4 Lollipop
2 Input layar sentuh kadang ngaco
3 Lebih berat dari tablet 8 inci lain

Total 56 bintang dari 13 pertimbangan.


Rata-rata 56 dibagi 13 adalah 4.3 bintang.


Jadi review saya kali ini saya kasih 4 bintang ya :)


Seperti biasa, saya simpan salinan review saya ini di blog saya untuk kenang-kenangan pernah menulis review di Bhinneka. Kenapa begitu? Karena di web Bhinneka, tidak ada sistem untuk meng-edit review, jadi saya tidak bisa melakukan penambahan foto bilamana saya sempat melakukannya setelah menulis review di bhinneka, ataupun menambahkan spec yang sebelumnya terlewat di tulisan saya. Sedangkan di blog, saya bisa meng-update-nya, itu makanya saya meninggalkan jejak link blog saya di bhinneka. Tapi omongan saya ini jangan dianggap mengkritisi programmer web bhinneka yang sudah dengan susah payah membuat dan me-maintain bhinneka ya. Ini sekedar uneg-uneg dari pembeli aja. Dan ini bukan berarti saya me-request supaya ada fitur tersebut di web bhinneka untuk selanjutnya. Karena bagaimana pun, saya salut dengan tim IT bhinneka di balik layar yang sudah menjaga kompatibilitas web bhinneka ini tetap bisa dibuka di komputer tua (maupun muda/baru) dengan sedikit error.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan menyampaikan komentar yang konstruktif atau diam.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.