Kamis, 22 September 2016

Gimana supaya Google Chrome jadi Browser Default di Windows 10

Saya sudah setel di Settings > System > Default Apps trus pilih Chrome jadi Default Browser, masih tidak mau. Selalu saja ke Edge. Dulu memang mau, sebelum Windows 10 Anniversary. Tetapi sesudah itu, ngeyel terus ke Edge mulu.

Ini cara yang manjur.
  1. Buka Control Panel.
  2. Masuk ke Programs > Default Programs > Set Default Programs.
  3. Tunggu sebentar. Setelah list-nya sudah ada, cari Google Chrome.
  4. Klik Google Chrome.
  5. Klik Set as default.
  6. Selesai.

Sumber dari sini.

Rabu, 14 September 2016

Cara Menghapus Akun Yahoo

  1. Kunjungi alamat URL ini edit.yahoo.com/config/delete_user
  2. Isikan kata sandi Anda.
  3. Isikan CAPTCHA.
  4. Pilih TUTUP AKUN.
  5. Selesai.


FAQ

Q: Kenapa akun yahoonya dihapus, Pak?
A: Karena tidak berguna.

Q: Iya, walaupun tidak berguna, tapi kan tidak perlu dihapus? Kenapa tidak dibiarkan saja?
A: Karena saya tidak pernah pakai Yahoo. Saya pakai Google.

Sabtu, 27 Agustus 2016

Selasa, 23 Agustus 2016

Gimana biar Firefox ataupun Chrome cepat lagi? Windows 10 Anniversary Update

  1. Masuk cmd.exe sebagai Administrator
  2. netsh int tcp set global autotuninglevel=disabled
  3. Selesai
Rujukan selengkapnya bisa dilihat di http://www.ghacks.net/2016/08/05/windows-10-limiting-internet-speed/

Firefox lambat? Chrome lambat? Internet putus-putus? Tested. Pakai rujukan di atas, Windows 10 saya jadi cepat lagi.








Kamis, 23 Juni 2016

Is it possible to open an Evernote link in Evernote app on Android?

Quick Update (July 3rd, 2016) 
Evernote team replied my problem and resolved it on Twitter. This is how I did it. Click Join Notebooks. Then Sync it in Android's Evernote app. Done! It worked! Thank you Evernote! I LOVE Evernote!

I wrote this to answer Evernote's tweet, so that a techie guy at Evernote could simulate this again to help me. I use Android Lollipop. Lenovo Vibe P1M.

You can click the screenshot to enlarge it.

I looked at Evernote's tweet. I tapped a link from Evernote's tweet.


 My Twitter app on Android open it still on My Twitter app.
I tapped the three dots on the top right.


 I chose Chrome Browser to let Google track that I like Evernote, besides Google Keep and MS OneNote 2016.


I read the whole article about forevernote.


I tapped the link to Evernote's post in 2009. An article about someone's grandma's handwriting recipes.


I read the whole article.


I wanted to follow the note he shared. But after I tapped that link ...


 Instead of being brought to Evernote application that I had installed on my Android smartphone, I was brought to Evernote Web. It's okay to use Evernote Web on my 27" Desktop or even my 13" laptop. But ... this is 5" smartphone.

 The font was so tiny I could hardly read them.




I wonder if after I tapped that link to an Evernote's note, can my Android bring me to open my Evernote app, that I installed on this android smartphone, instead of browser? How can I set it so?





Senin, 30 Mei 2016

Review MEMUASKAN HDE WD My Book Personal Storage USB 3.0 4TB [WDBFJK0040HBK-SESN]

Pokoknya sama Sales langganan saya yang satu ini MEMUASKAN. Itu sudah :)

HDE 4 Tera ini kecepatan transfernya kalau berproses dengan HD Internal Desktop saya yang kecepatannya juga 7200 rpm adalah sekitar 130MB/s. Bahasa singkatnya Harddisk ini kelebihannya CEPAT, HENING, harganya juga SEDANG SESUAI SPEK (nggak kemahalan ditilik dari spek).

Kekurangan HDE ini adalah pake colokan. Jadi buat juragan-juragan pemakai HDE ini yang laen, jaga baik-baik colokannya karena Bhinneka nggak jual kabel colokannya doang. Udah saya mau beli dua biji padahal colokannya buat backup tapi kaga ada.

OKE, segitu dulu. Saya males kasih bintang, buat Sales Bhinneka langganan saya itu saya kasih bintang 5, pengirimannya ke luar pulau Jawa CEPAT!! buat Produknya overall saya kasih bintang 3 aja deh (gegara ngga ada jual colokan doang, no hard feeling please. Kalo bisa tanpa colokan HDE bisa ngacir segitu cepat baru bintang 5, gan. Hampir kayak Touro HGST yang saya punya itu.)
 
Kalau ada update, pantenginnya di blog ini, karena di Bhinneka nggak bisa update review kayak di Amazon. Review ini salinan review saya dari sini http://www.bhinneka.com/products/sku01413887/wd_my_book_personal_storage_usb_3_0_4tb__wdbfjk0040hbk-sesn_.aspx

Jumat, 11 Maret 2016

When will Telkomsel support Subscription on Google Play?

My balance is more than 400,000 rupiahs but when I tried to pay Evernote Premium Subscription for a year I got error from Telkomsel.


Screenshot_2016-03-10-17-17-08.jpeg
Screenshot_2016-03-10-17-18-45.jpeg



Do not ask me to pay with a credit card because I don’t have a credit card. I’m waiting for Telkomsel to support Subscription on Google Play.

Er, will Evernote provide a lifetime Premium for people in certain countries such as Indonesia? Because I'm willing to pay even if it costed more than USD 50, or even USD 150, seriously.

Because I once successfully paid Smart AppLock for a lifetime Premium account on Google Play.









UPDATE 1

And this was Telkomsel's update on Twitter






Good Evening, Mr. Arie. Telkomsel doesn't support for subscription application on GooglePlay. -Timmy

Thanks for not resolving my problem, at least for now. Anyway, thanks for replying, though. No. Really. Hope that Telkomsel WILL support subscription on GooglePlay SOON.


Minggu, 14 Februari 2016

Review Lenovo Vibe P1M


Saya mau review HH ini. Sudah saya pakai sekitar sebulan beberapa minggu.

+ Dual SIM. Bisa diisi dua-duanya. Sudah support LTE.
+ Support SD Card sampai 64GB. Tested.
+ OS Lollipop.
+ Tidak pernah restart sendiri.
+ Harga murah meriah.
+ Foto-foto oke. Disclaimer: Saya jarang foto-foto orang lain, apalagi selfie (foto-foto diri sendiri).
+ Radio FM oke. Saya dengar radio pakai headphone tapi.
+ Wifi oke.
+ Bluetooth oke.
+ Baterai tahan sampai berhari-hari untuk pemakaian normal. Tapi kalau dipakai nyala terus-terusan (OTS, on the screen time) saya belum pernah coba, karena memang tidak pernah begitu di HH. Biasanya saya charge sekitar 2 atau 3 hari sekali. Biasanya yang bikin cepat habis baterai itu HH-nya mabok nyari sinyal.
+ Speaker internal oke.
+ Saya pakai tidak pernah panas.
+ Sudah ada anti gores, walau bukan tempered glass, tapi cuma anti glare.
+ Sudah ada casing bawaan. Casing yang cantik dan empuk.
+ Otomatis power saver. Kalau power saver diaktifkan di bagian kiri HH itu, bisa tambah awet baterainya (lama hidup HH-nya). Tapi kalau awet itu diinterpretasikan berupa usia dari baterai HH ini sampai berapa lama, jangan tanya ke saya, karena saya bukan orang hardware, apalagi orang baterai.
+ Desainnya bagus, kalau tidak bisa saya bilang mewah. Akhirnya saya jadi terbiasa dilirik orang kalau lagi nenteng HH murah meriah begini. Mungkin mereka kira Smartphone saya Apple juga sama seperti komputer saya. Padahal saya juga tidak pakai peralatan elektronik untuk menaikkan prestise, cuma menyesuaikan berdasarkan kebutuhan. Bila ada stigma menaikkan gengsi itu menurut saya semata-mata interpretasi massal belaka.

- Baterai 3,900 mAh Li-Ion. Bukan Li-Po. Jangan terjebak dengan keterangan GSM Arena maupun summary info di Bhinneka yang keliru. Li-Ion, bukan Li-Po.
- Kalau buka aplikasi banyak bisa hang. Contoh buka WA, sambil buka Google Kontak, sambil buka Google Mail, saya pernah hang pas kayak gitu.
- Bhinneka tidak mau memasangkan anti gores, itu menurut saya. Kalau menurut sales bhinneka yang tempo hari melayani saya, mungkin tidak tahu kalau HH ini sudah ada anti gores di dalam box-nya, makanya katanya tidak ada anti gores. Padahal ketika barang sudah sampai, sudah ada anti gores di dalam box yang masih bersegel. Kelebihannya dari hal ini memang barang masih bersegel, jadi tidak diutak atik. Kekurangannya: Product Knowledge sales yang bersangkutan, dan saya jadi harus memasang sendiri ke langganan saya. Jadi tidak full solusi online, dari internet, barang datang sendiri secara tuntas tas tas tas.
- Untuk mengaktifkan atau pun menonaktifkan baterai saver di samping kiri, tidak bisa langsung bila HH dalam keadaan berbaju atau ada dalam casing. Jadi harus telanjang dulu, atau harus buka/keluarkan dari casing dulu. Baru masukkan lagi ke casing kalau sudah. Kurang praktis. Kalau masih berbaju, sangkut. Ini casing bawaan, sudah ada di box, dari Lenovo-nya.


Buat yang suka baterai besar, walau bukan Li-Po, cocok pakai HH ini. Lama charge sekitar 2 jam.
Buat yang ingin tenaga lebih besar, bisa pakai kakaknya HH ini, hilangkan M (Mini), sudah ada di Bhinneka sini Lenovo Vibe P1 Turbo. Yang pakai kakaknya mungkin lebih cocok buat yang suka buka aplikasi sekaligus banyak atau yang berat-berat. Kata mungkin saya garis bawahi karena disclaimer sampai tulisan review ini saya buat, saya sendiri belum mencoba kakaknya. Peace. Jadi silakan dikoreksi bila ada yang lebih tahu daripada saya.

Untuk review Bhinneka


UPDATE 1

Untuk pemakaian dengan muka yang penuh keringat, HH ini memang tahan. Tapi kalau percobaan HH ini yang direndam dalam air, saya belum pernah mencobanya, takut.

Kalau kena cipratan air juga sudah dicoba, ceritanya ada yang habis mandi-mandi, kibas-kibas buka-tutup handuk sampai airnya tidak sengaja menciprat ke HH ini, tapi HH ini fine-fine aja, sampai sekarang tidak pernah ada masalah.
UPDATE 2

Pada point

- Kalau buka aplikasi banyak bisa hang. Contoh buka WA, sambil buka Google Kontak, sambil buka Google Mail, saya pernah hang pas kayak gitu.

di atas, semuanya itu saya coret, nih begini

- Kalau buka aplikasi banyak bisa hang. Contoh buka WA, sambil buka Google Kontak, sambil buka Google Mail, saya pernah hang pas kayak gitu.

 Entah karena apa, mungkin karena saya update ke terbaru (yang disediakan Lenovo Vibe P1M, bukan yang terbaru yang disediakan Google Android), atau karena apa, saya tak tahu. Yang pasti, saya tidak pernah lagi hang ketika banyak membuka aplikasi. Memang mungkin pernah, tapi tidak sering-sering. Maksud saya, baru terjadi kalau sudah buka 30 aplikasi lebih. Sementara saya hampir tidak pernah membuka aplikasi sampai kelewat banyak seperti itu.

Jumat, 12 Februari 2016

Review Smartphone Lenovo P70-A


Saya sudah pakai Smartphone Lenovo P70-A ini selama beberapa bulan. Saya tidak pernah kecewa. Saya puas dengan Smartphone Lenovo P70 ini.

Smartphone Lenovo P70-A saya menjalankan Sistem Operasi KitKat Android 4.4.

Smartphone Lenovo P70-A saya tidak pernah lag. Padahal saya menjalankan aplikasi sampai 4 bahkan lebih, itu belum dihitung dengan aplikasi yang jalan di background. Note: Aplikasi yang saya maksud lebih pada kategori productivity, bukan pada kategori game dan selfie.

Mendukung SD Card sampai 64GB. Saya sudah mencobanya di Smartphone Lenovo P70-A saya dan sukses. Saya mengambil foto dan menyimpan foto otomatis langsung ke SD Card. Begitu pula untuk file-file penting lain. Termasuk untuk instalasi aplikasi yang saya perlu instal langsung ke SDCard, bukan ke memory internal. Jadi, walau menurut klaim Lenovo P70 HH (handheld) ini hanya support sampai 32GB, tapi itu tidak benar. Walau memang, yang terdeteksi dari 64GB adalah 59.46GB, tapi tetap saja lebih besar dari 32GB.

Baterainya 3,900 mAh Li-Ion. Tidak bisa dilepas. Bintang 3.

Kalau di-charge terkadang terasa sangat panas, tapi itu saya akali dengan menaruhnya di atas notebook cooler Deepcool saya. Jadi suhu pada waktu charge setidaknya normal, atau malah terasa dingin. Bintang 4. Karena teknologi fast-charging cuma butuh 2 jam dari 25% sampai 100% dalam keadaan mati. Saya juga pernah pakai timer, saya setel 2 jam, malah saya lihat sebelum 2 jam sudah 100%, padahal sebelum saya charge dan matikan, persen baterai ada di 5%.

Kameranya bagus, walau butuh loading lama, tidak secepat iPhone tentu saja. Jadi kalau ingin cepat-cepatan mengambil foto anak balita, sudah keburu mereka teralihkan perhatiannya baru kena jepretan foto, tapi kalau cuma untuk yang jarang-jarang foto-foto seperti saya, kameranya sudah lebih dari cukup. Alias bagus. Bintang 5.

Alasan saya tidak meng-upgrade ke Lollipop (Android 5 titik sekian sekian) karena saya tidak mau kehilangan fitur double-tap to wake up. Jadi Smartphone Lenovo P70-A ini ketika tidur (sleep) bisa saya bangunkan hanya dengan dua kali ketuk (tidak perlu selalu pencet tombol power, supaya tombol power-nya awet.) Dan juga, untuk me-lock (mengunci) secara otomatis, saya cukup goyangkan Lenovo P70-A saya, otomatis terkunci sendiri, tanpa saya tekan tombol power. Bintang 5. Saya juga tidak mengalami keluhan yang banyak seperti loading lama buka kontak (buku telpon) lama padahal daftar kontak saya lebih dari 600 orang. Sambil buka WA, sambil buka ini, buka itu, buka kontak, tidak pernah masalah, semuanya CEPAT! Masih banyak lagi alasan lain, tapi saya khawatir review saya jadi terlalu panjang lagi kalau saya tulis semua alasannya di sini.

Saya tidak selalu bersama Smartphone Lenovo P70-A, tapi saya biasa charge sekitar sehari sekali. Sekali charge 2 jam. Bisa juga, kalau saya agak sering beraktivitas dengan mobile (kombinasi Smartphone Lenovo P70-A dan notebook) saya charge sekitar 1.5 hari 2 kali. Sekali charge sekitar 2 jam. Setiap kali charge saya selalu mematikan Smartphone saya. Dan sebelum terlewat lebih dari 100% sudah saya cabut colokannya. Catatan buat saya sendiri: Punya barang bagus harus dijaga baik-baik, tidak boleh serampangan.

Dari bawaan box, sudah ada casing juga. Bagus. Tapi untuk anti glare (anti gores) pasang sendiri. Ini bedanya beli Smartphone di Bhinneka sama beli Smartphone di toko lokal secara offline. Kalau saya beli di toko Smartphone lokal untuk membeli gadget, langsung dipasangkan anti goresnya sekalian, walau tanpa saya minta atau saya omongi dulu. Proactive is always better than Reactive.

Dual SIM. Yang kiri 3G, yang kanan 2G, di bagian atas 3G, itu bisa ditaruh SD Card maksimal 64GB.

Apa sajakah kekurangan Lenovo P70-A selain yang saya sudah sebutkan di atas? Untuk kebutuhan saya, boleh dibilang, saya jawab tidak ada. Tapi supaya fair, begini, saya coba instal aplikasi BBM di Smartphone Lenovo P70-A saya, memang sukses di-install, tapi aplikasi BBM itu menguras baterai Lenovo P70-A, sementara saya bukan pengguna aktif BBM, jadi saya uninstall lagi BBM-nya.

Kekurangan lain adalah saya kesulitan untuk mengetikkan dan mengeditkan file-file penting di Sheet milik Google. Jadi untuk hal tersebut, solusi saya pribadi masih ke laptop dengan menggunakan aplikasi standar seperti yang orang-orang pakai pada umumnya.

Kekurangan lain adalah suaranya tidak sedahsyat tablet ibu saya, Lenovo Tab 2 yang speaker internalnya sudah Dolby Atmos. Tapi karena saya hampir tidak pernah menyetel game atau film atau lagu yang langsung dengan speaker Lenovo P70-A, itu juga sebenarnya tidak masalah buat saya, karena saya menggunakan AUDIO-TECHNICA ATH M50X - Black Pro Monitoring Headphone (yang katanya juragan lain yang me-review unit tersebut adalah earphone yang dipakai Justin Bieber). Jadi suaranya yang saya dengar masih tetap bagus, walau cuma saya yang bisa dengar, tidak bisa didengar rame-rame saat kumpul keluarga, kecuali kalau saya pairing dengan speaker bluetooth external.

Kekurangan lain adalah Lenovo P70-A ini bisa restart sendiri kalau salah setting. Kemungkinan terjadinya macam-macam. Ada yang tidak pakai SD Card bisa restart sendiri. Ada yang SD Card pakai, tapi kurang masuk, restart sendiri. Saya sendiri tidak tahu kenapa bisa begitu. Bisa ditanyakan ke tim ahli Lenovo saja bagi yang masih pingin tahu. Kepo lebih baik daripada gaptek.

Secara keseluruhan saya memberi bintang 5 untuk produk Lenovo P70-A ini karena harganya juga murah meriah. Untuk pelayanan di Bhinneka secara umum juga saya beri rating cukup (malas kasih bintangnya berapa berapa.)

Bila Anda sudah berputar-putar dari beli online yang satu ke beli online yang lain, sudah, jangan ragu-ragu lagi, kalau memang niat Anda untuk hack Android, penggemar KitKat, rooting, smartphone yang bandel, yang laju larinya kencang, baterainya tahan lama, pakai saja Lenovo P70-A ini.

Bila Anda penggemar foto yang harus diambil dalam jeda yang sangat cepat, mendengarkan lagu rame-rame dengan speaker internal, saya tidak menganjurkan Lenovo P70-A ini. Sesuaikan dengan kebutuhan. Sesuaikan kebutuhan. Semua produk pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Tinggal bagaimana pengguna memilih dan memilahnya saja.

Ini adalah salinan catatan review yang saya taruh di http://www.bhinneka.com/products/sku00715597/lenovo_p70_-_midnight_blue.aspx#navcustomerreviews

UPDATE 1 pada 19 Februari 2016

Lenovo P70-A saya pernah begini. Baterainya 78% lalu malam-malam sebelum tidur saya matikan. Kemudian paginya saya nyalakan. Setelah sudah nyala secara sempurna, saya abaikan, dan tidak seberapa lama dari pengabaian saya, HH Lenovo P70-A saya ini restart sendiri, kemudian setelah HH Lenovo P70-A saya ini menyala lagi, baterainya bukan di sekitar 78% lagi, tapi di 100% dan untuk turunnya juga tetap lama seperti biasa, tidak ada yang anjlok. Ajaib bukan?

Kasus kedua, HH Lenovo P70-A saya ini saat saya charge selalu dalam keadaan mati. Ada suatu saat, setelah di-charge, HH ini tidak mau dinyalakan. Caranya selain pencet tombol power juga pencet Volume ke bawah secara bersamaan. Nyala lagi dia.

Satisfied

At first, I felt afraid to purchase anything from Bhinneka Marketplace, because I have read so many bad reviews from other customers about faked iPhone, and I have bad experiences purchasing from one or some Merchants at Bhinneka, be it no product (in my case, Stylus) but I had already transferred my money, so that I had to wait for Bhinneka to transfer my money back, etc, etc, just like right now, I'm waiting for Bhinneka to transfer back my money 62,000 because that merchant didn't give me an invoice and of course didn't send me the product I paid. I tried avoiding dealing with any merchants if possible. Why? To keep peaceful! However, I found Anylinx is one of the hottest Merchants at Bhinneka, besides Anylinx has been always at Bhinneka front page, so I thought why not give it a try?

I just didn't have this same problem with Anylinx. Bhinneka Sales Consultant, Pak Fauzi, helped me purchasing the LAN cable cat 7 that I needed on Jan 30th, 2016, and then this LAN cable arrived at my place on Feb 3rd, 2016.

Anylinx, I'm sold. Repeat Order? Yes, for sure!

For other Bhinneka customers who live outside Java island, you don't need to feel worried dealing with Anylinx. As long as the product you purchase is the right product you need, I don't think you'll find any trouble.

As usual, I also put my review on my blog, in case I need to update my review.

http://www.bhinneka.com/products/sku05315617/anylinx_kabel_lan_cat_7_30_meter_-_putih.aspx

UPDATE 3 Mar 2016

Bhinneka appeared to give my money back on 11 Feb 2016.

Rabu, 27 Januari 2016

BAKTI SOSIAL OPERASI BIBIR SUMBING RSUD WAHAB SYAHRANIE SAMARINDA


Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing
dalam rangka
HUT PEMROV KALTIM KE 59
terbuka untuk umum dan dilaksanakan di RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda
Pendaftaran dibuka sampai tanggal 26 Februari 2016

Pendaftaran di Poli Bedah Plastik & Poli Bedah Umum, Poliklinik RSUD AWS
Contact via SMS 0811 319 052 dan 0812 5544 458

Peta Rumah Sakit Wahab Sjahranie Samarinda di Google Map




Senin, 25 Januari 2016

Tablet Lenovo TAB 2 A8-50 Ibu saya suka :)

Hari minggu ini, tanggal 24 Januari 2016, saya mendapat email dari Bhinneka yang isinya mengajak saya untuk menulis review lagi untuk barang-barang yang saya beli terakhir kali. Baiklah. Saya akan menuliskan review saya yang kedua kali untuk tablet ibu saya ini. Walau, saya sebenarnya heran, apakah Bhinneka sudah punya sistem automated email yang menganjurkan pembeli setianya untuk menulis review mengenai barang-barang yang sudah dibeli, ataukah saya mendapat email seperti ini karena saya sudah menulis review untuk pertama kali banget mengenai laptop saya, HP Spectre x360 13-4125TU Gold 512GB minggu lalu. Kenapa saya berpikiran seperti itu? Karena entah karena tulisan atau pun tidak (sayanya aja yang ke-ge-er-an), sehari setelah tulisan saya itu ada, di Bhinneka sudah menyediakan laptop convertible Lenovo Yoga Skylake. Bagaimanapun, saya tetap suka sama Bhinneka karena (tulisan/omongan) saya didengar, terlepas dari apakah tulisan saya disahuti balik apa tidak sama orang bhinneka, hehehe. Suka yang bagaimana sih? Suka yang begini, Bhinneka adalah acuan pertama saya untuk membeli sesuatu sebelum saya berpikir untuk membeli di tempat lain.


Kenapa saya memilih tablet ini, karena saya ingin ibu saya pakai tablet. Ya, jadi spek-nya memang bukan untuk saya. Dan insting (educated/experienced instinct) saya terbukti, setelah barangnya sampai, saya setel-setelkan sesuai untuk kebutuhan ibu saya, saya memang ngomel-ngomel terus pakainya, tapi tidak dengan ibu saya. Ibu saya suka sama tablet ini.


Mulai dari kecepatan barang sampai dulu, ya. Barang ini termasuk cepat sampainya. Terima kasih untuk sales yang saya tidak mau sebutkan namanya disini yang sudah dengan sabar melayani saya di hari Sabtu, 26 Desember 2015. Di mana di saat orang-orang libur, dia masuk, melayani saya. Employee seperti ini harus dihargai dengan memberikan bayaran khusus karena weekend dia masuk. Tapi ini sih menurut saya aja. Untungnya buat saya apa? Ya, saya jadi merasa terbantu sekali, barang-barang yang saya (ibu saya) butuhkan, mendapatkan pelayanan tanggap. Lho kok, saya memuji-muji? Ada maunya ya? Anda anggap pujian saya terlalu tinggi? Tidak juga. Saya bicara kenyataan kok. Saya khan pilih Bhinneka supaya saya tinggal pesan di tempat, barang datang, tanpa harus keluar-keluar lagi. Bintang 5.


Tentang kerapian paket, sudah tidak perlu dibahas lagi, tidak perlu dipertanyakan lagi. Pokoknya pemaketan barang-barang yang dikirim oleh Bhinneka, BAGUS! Anda tidak perlu takut barangnya Anda rusak karena terguncang-guncang di proses pengirimannya. Saya selama ini selalu memakai jasa JNE Regular btw. Mau barangnya besar, mau barangnya kecil, selama ini, saya tidak pernah menerima kondisi kemasan barang yang penyok. Bintang 5.


Lenovo TAB 2 A8-50 ini mendukung Dual Dolby Atmos, jadi suaranya, bagus. Bintang 5.


Layarnya 8 inci, dengan resolusi layar 1280 x 800 IPS. Adapter grafis yang dipakai tablet ini adalah ARM Mali-T720 MP2. Jadi pas buat ibu saya. Walau awalnya dia mengeluhkan tulisannya terlalu kecil. Padahal sudah saya setelkan ukuran font raksasa. Mungkin lain kali saya perlu belikan yang 13 inci sekalian, begitu pikir saya awalnya, tapi setelah ibu saya pakai, ternyata tidak. Ibu saya cocok sama tablet ini. Bintang 5.


Prosesor quad-core sesuai spec yang tertulis di web bhinneka, ya. Ada 4 core prosesornya. Mediatek MT8735 QC (Quad Core) 1.3GHz 64 bit. Yang 64 bit kayaknya di Web Bhinneka ketinggalan tuch. Yang 64 bit ini informasinya saya dapatkan dari box tablet ibu saya. Anyway, ayo siapa orangnya yang mengetikkan info summary unit ini di bhinneka, dibetulkan itu ayo :) Anyway. Ya, itu tadi, kalau untuk saya, tablet ini lambat, dan saya pasti dongkol pakainya, tapi kalau buat ibu saya, tidak begitu. Karena ibu saya pakai tablet ini Cuma buka sedikit aplikasi. Paling banyak 3 aplikasi. Biasanya untuk menyambung silaturahmi sesama ibu-ibu dosen, juga untuk membaca berita. Itu saja. Beda dengan saya. Beda banget. Kepanjangan kalau saya tuliskan disini bedanya :p 


Kembali lagi ke spec tablet ini, Memory atau RAM LP-DDR3 1GB. Ini juga di web bhinneka kurang detil. Padahal info detil begini kalau spec bukan lagi penting (important), tapi crucial (sangat penting) buat calon pembeli yang sedang membanding-bandingkan tablet mana yang akan dipilih. Lebih penting dari info marketingnya. Itu kalau menurut saya. Bisa jadi tapi menurut calon pembeli yang tidak begitu dengan spek teknis berbeda pendapatnya dengan saya. Storage 16GB. Kombinasi Prosesor, Memory dan Storage ini saya beri bintang 4 untuk Lenovo Tab 2 A8 ini bila penggunanya ibu saya, tapi bintang 1 kalau penggunanya saya. Dan bintang 3 untuk employee di bhinneka yang mengetikkannya supaya nanti lebih teliti lagi ya :)


Kok beda-beda kasih bintangnya? Wah harus detil! Karena suatu gadget itu sangat erat kaitannya dengan pemakainya, dengan gaya hidup pemakainya juga. Tentu saja pelayanan employee di Bhinneka harus ada bintangnya supaya nanti bisa terjadi improvement yang lebih baik lagi. Jaminan mutu tidak boleh turun dan harus dijaga terus untuk yang sudah baik, dan yang kurang-kurang ya diperbaiki di kemudian hari. Jangan sampai beda spec yang dituliskan di web bhinneka, dengan kenyataan spec barangnya, bisa bahaya kalau beda, nanti pembeli kecewa loh.


Tapi tadi kan storage internal. Bagaimana dengan storage eksternal? Tablet Lenovo TAB 2 A8-50 ini mendukung MicroSD Card sampai 32MB. Untuk Lenovo saya kasih bintang 5. Untuk yang menulis spec di Bhinneka karena tidak menulis informasi detil spec yang sungguh amat sangat penting seperti ini saya beri bintang 0. Sebentar! Kenapa saya kasih bintang 5 buat Lenovo TAB 2 A8-50? Kenapa bukan cuma 3? Toh itu Cuma 32GB, bukan 128GB. Karena saya juga perhitungkan dengan harga jualnya yang termasuk murah, tapi fiturnya ada itunya. Justru malah kalau tabletnya kelas 8 hingga belasan juta malah saya kasih bintang 3 bila support MicroSD Card sampai 128GB UHS II.


Lama charge biasalah. 2 jam. Itu dari 15% sampai 99%. Kok ngga sampai 100% pak? Saya juga tidak tau kenapa begitu. Tapi saya pernah dinasihati oleh seorang ahli listrik dari toko besar ternama di indo maupun di luar indo yang saya tidak mau sebut namanya disini. Kata dia kalau charge tidak boleh 100% supaya baterai awet. Apakah Anda lebih tahu mengenai ini? Jangan cuma menjadi pembaca pasif, gan, komentari saja review saya ini untuk mengoreksi mana yang salah, dan bagaimana men-charge baterai tablet ini yang benar supaya baterainya awet dan tahan lama. Hm, sebenarnya spec baterainya apa sih? Ini: 3.8V 16.3 Wh Li-Po, 4290 mAh. Gimana gan? Terasa gahar? :)) Menurut saya tidak juga. http://www.oukitel.cc/english/news/201507/63.html Ada lagi produk namanya Oukitel yang baterainya sa’pirang-pirang sampai 10,000 mAh, tapi btw, itu smartphone android, bukan tablet android, hiyaaat … tuch kan saya jadi asik sendiri. Memang saya penggila baterai-baterai besar untuk mendukungan kegiatan membaca dan menulis saya di gadget dan saya tidak mau tau apakah gadget ini jadi berat karena baterainya besar, anyway, pokoknya saya penggila gadget yang baterainya raksasa, yang semakin tahan lama, semakin bagus, begitu menurut saya. Saya tidak tahu kapan Bhinneka menyediakan Oukitel 10,000 mAh tersebut di Indonesia hehehe Saya juga tidak tahu apakah Lenovo bakal bikin tablet saingan Oukitel dengan baterai raksasa begini di kemudian hari. Ya semoga saja. Supaya industri gadget bisa berkembang ke arah yang lebih baik ya. :) Sekalian yang tahan air, bisa ditenggelamkan kebal tidak rusak-rusak. Selain kuat di baterai, anyway.


Baterai tahan berapa lama? Tergantung pemakaian. Kalau ibu saya pakai bisa 40 jam baru charge. Bisa juga kalau sering pakai ya sekitar sehari lebih berapa jam begitu baru charge. Kalau saya yang pakai? Saya tidak pernah mau pakai ini :p Performanya bisa menurun dengan cepat kalau saya yang pakai. Saya pakainya HP Spectre x360 13-4125TU Gold 512GB yang bisa saya ubah jadi tablet atau kecuali nanti kalau Apple sudah mengeluarkan iPad Pro 5 barangkali. Itu sudah. Jadi bintang berapa nich? Bintang 5 dong. Ibu saya mengangguk-angguk kalau saya ceritakan biasanya orang pakai gadget tablet sebentar-bentar charge atau pakai powerbank, apalagi merek yang terkenal itu, ah apa sih hehehe. Yang penting sesuai kebutuhan ibu saya khan :) Lho kalau saya? Ini tablet kasih bintang berapa? Ya itu, kebutuhan saya beda dengan kebutuhan ibu saya. Seharusnya bisa ditarik kesimpulan sendiri dari spec yang saya sebut-sebut untuk kebutuhan tablet saya seperti apa dan bintang berapanya, anyway.


Foto-foto? Ibu saya tidak pakai tablet ini untuk foto-foto. Saya juga tidak suka foto-foto sama gadget. Jadi no komen dan tidak saya kasih bintangnya berapa-berapa. Tapi kalau lihat dari hasil googling sih orang pada bilang kualitas foto jelek. Ah, tapi itu tidak penting buat saya. Apalagi ibu saya.


Telpon? Lho kok dipake telpon? Tablet sebesar ini? Hahaha, iya, sudah pernah kami coba. Telpon pakai socmed aja bisa kok gratis. Dipilih aja socmed apa yang bisa telpon. Itu sudah. Bintang 5.


Kalau SMS? SMS juga bisa. Google Hangouts aja bagus! Bintang 5. Tapi bintang 5 ini lebih buat Google dong kalau gitu, anyway. Iya, tapi khan tidak ada Android kalau dulu Google tidak keluarkan Android.


Sistem operasi yang dipakai Tablet Lenovo TAB 2 A8-50 ini adalah Android 5 atau Lollipop. Jadi baguslah. Jadi buat Android geek di luar sana yang terlanjur jatuh cinta dengan KitKat dan gagal move on, ya sudah, jangan kecewalah :) Lagi-lagi sesuaikan kebutuhan, kalau mau ngoprek, mungkin bukan ini tabletnya.


Closing: Kok kedengarannya saya pro sekali dengan Bhinneka? Apakah saya dibayar atau menanam saham di Bhinneka? Sebenarnya saya juga pernah mengalami kekecewaan, komplain, marah dan lain sebagainya dengan layanan perorangan atau beberapa orang di Bhinneka. Tapi itu semua sudah saya sampaikan ke orang/tim yang bersangkutan secara langsung. Karena di form review ini saya memfokuskan untuk me-review saja. Iya me-review barangnya, iya me-review pelayanannya Bhinneka (secara keseluruhan, bukan parsial). Namanya kita manusia ya ada kelebihan dan kekurangannya. Yang jelas, menurut saya, Bhinneka tetap lebih banyak baiknya ketimbang buruknya.


Sebelum benar-benar saya tutup. Saya sebutkan lagi kekurangan tablet ini. Lebih berat dari tablet-tablet 8 inci lain. Juga kadang memang layar sentuhnya tidak masuk secara benar, ya. Tapi lagi-lagi kembali lihat ke harga, kalau menurut saya, untuk harga 2 juta-an, bila kebutuhannya seperti ibu saya, worth it lah.


Jadi ringkasan bintangnya jadi berapa nich? Bintang 4. Berikut ini rinciannya:

5 kecepatan barang sampai dan pelayanan sales.
5 kerapian paket JNE Regular.
5 Dual Dolby Atmos.
5 Layar.
4 Prosesor, Memory dan Internal Storage
3 Employee yang memasukkan informasi teknis
5 External Storage
5 Baterai
5 Telpon
5 SMS
4 Lollipop
2 Input layar sentuh kadang ngaco
3 Lebih berat dari tablet 8 inci lain

Total 56 bintang dari 13 pertimbangan.


Rata-rata 56 dibagi 13 adalah 4.3 bintang.


Jadi review saya kali ini saya kasih 4 bintang ya :)


Seperti biasa, saya simpan salinan review saya ini di blog saya untuk kenang-kenangan pernah menulis review di Bhinneka. Kenapa begitu? Karena di web Bhinneka, tidak ada sistem untuk meng-edit review, jadi saya tidak bisa melakukan penambahan foto bilamana saya sempat melakukannya setelah menulis review di bhinneka, ataupun menambahkan spec yang sebelumnya terlewat di tulisan saya. Sedangkan di blog, saya bisa meng-update-nya, itu makanya saya meninggalkan jejak link blog saya di bhinneka. Tapi omongan saya ini jangan dianggap mengkritisi programmer web bhinneka yang sudah dengan susah payah membuat dan me-maintain bhinneka ya. Ini sekedar uneg-uneg dari pembeli aja. Dan ini bukan berarti saya me-request supaya ada fitur tersebut di web bhinneka untuk selanjutnya. Karena bagaimana pun, saya salut dengan tim IT bhinneka di balik layar yang sudah menjaga kompatibilitas web bhinneka ini tetap bisa dibuka di komputer tua (maupun muda/baru) dengan sedikit error.

Minggu, 17 Januari 2016

Baterai HP Spectre x360 13-4125TU - Gold tembus 20 jam!

Saya pakai laptop ini beberapa bulan dan tidak menyesal. Pelayanan Klik Beli di Web Bhinneka juga bagus buat yang suka sama Bhinneka Point seperti saya.

Saya selalu survey dulu sebelum beli komputer. Prinsip saya, lebih baik saya tahu kelebihan dan terutama kekurangan mengenai apa pun itu (dalam hal ini, laptop), daripada dijanjikan kelebihan ini kelebihan itu tapi kenyataannya PHP (Pemberi Harapan Palsu).

Walau pun menurut banyak review, laptop ini baterainya “hanya” tahan sekitar 8 jam, tapi kenyataannya saya pakai bukan “cuma” 8 jam, tapi 20 jam, bahkan pernah sampai 22 jam dan 24 jam! yesyes Benar-benar teman yang pas untuk menemani kegiatan bisnis di era mobile seperti sekarang.

Desain samping-sampingnya warna emas, tapi tidak secara keseluruhan warna casing laptop ini emas seperti lini terbaru Apple di MacBook 12 inch Gold yang keluaran tahun 2015 itu.

Resolusi layar 1920x1080 pixel. Layarnya layar sentuh. It’s a must-have feature for a Windows user. Saya berkata begini karena saya juga Mac User selama belasan tahun. Makanya saya tidak pernah nimbrung di debat kusir mana yang lebih baik Windows apa Mac :p anyway. Perbandingan yang tidak apple to apple. Kalau di Apple, semua sudah dikhususkan, Mac tidak akan mengusung layar sentuh di laptopnya. Bagi pengguna Apple yang mau “Mac” layar sentuh ya pakai iPad (dan harus pakai Sistem Operasi yang berbeda, iOS). Begitulah sabda Tuan Tim Cook kira-kira. Yah punya barang itu tinggal disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna individu/kantor saja. smiley

Tapi kalau saya disuruh pilih macbook apa spectre gold, saya pilih spectre gold. Setidaknya sebelum Apple mengeluarkan Macbook Air yang sudah Skylake (atau sekalian Cannonlake?). Jadi kalau ditanya lagi, apakah saya rela melepaskan Mac saya? Tentu saja tidak :p

HP Spectre x360 13-4125TU Gold ini juga punya kibor yang sangat nyaman digunakan. Empuk. Saya sudah merasakan dan mengalami sendiri mengetik di kibor laptop ini walau tangan saya sering kesenggol sama Touchpad tapi itu tidak mengganggu. Kibornya sudah backlight. Kalau mau dimatikan, tinggal tekan F4. Nanti backlight-nya mati, tinggal tombol F4-nya yang nyala. LOL. Ada review dari bule yang tidak recommend produk ini karena satu tombol yang nyala itu mengganggunya menggunakan laptop itu di tempat gelap. Saya tidak setuju. Buat saya, justru pada saat saya menggunakan di tempat gelap (walau sekarang ini saya jarang banget ya pakai laptop kok gelap-gelap) saya malah terbantu dengan adanya satu tombol F4 yang menyala tersebut.

Mengenai touchpad, ada juga yang komplain tentang adanya bunyi setelah diklik. Saya tidak menemukan masalah itu di laptop saya. Ya, bisa saja itu terjadi, tapi kalau saya kliknya kuat-kuat. Padahal kebiasaan saya tidak pernah klik klik touchpad kuat-kuat. Buat apa kuat-kuat kalau touchpad-nya sudah responsif? Juga tidak ada masalah di touchpad.

Laptop HP Spectre x360 13-4125TU Gold ini tidak menggunakan USB 2.0, apalagi USB C. Tapi ketiga-tiga port USB-nya menggunakan USB 3 yang kompatibel dengan USB 2. Jadi selamat menikmati kecepatan transfer data sampai sekitar 130-an MB per second ya :)

Port USB 3 nya satu di samping kanan, dua di samping kiri. Semuanya USB 3. Saya suka mencolok USB buat konek kibor dan mouse Microsoft Sculpt btw, walau tidak selalu menggunakan kibor dan mouse eksternal. Karena dalam posisi tertentu, misalkan saja, saya ubah dalam bentuk tent (tenda), kadang saya sentuh-sentuh, kadang saya pakai mouse, kadang pakai kibor eksternal, kadang pakai kibor on screen saat HP Spectre x360 13-4125TU Gold menjadi tablet. Tapi saya tidak suka memutar 360 derajat sama sekali lalu saya bawa tiduran karena berat. Lagipula kalo mau tidur kok saya malah mainan tablet? Jadi favorit saya HP Spectre x360 13-4125TU Gold saya putar maksimal sampai jadi tenda saja. Dengan keadaan setting yang bisa jadi komputer saja (tanpa menghilangkan beberapa menu dan ikon di taskbar windows 10) atau bisa jadi tablet saja (setting standar). Oh ya, tapi kalau dibuat tenda, setting default laptop ini tidak secara otomatis rotate tampilannya, jadi musti disetel dulu di Control Panel biar dia otomatis rotate. Posisi tenda yang saya maksud, bukan cuma portrait (bentuk lepeh), tapi juga tenda yang berdiri, ini pas banget untuk membaca buku atau membaca laporan sambil di mobil (bukan sambil nyetir lho ya).

Laptop ini diputar harus dengan dua tangan. Juga di bagian bawah dekat kedua engselnya, itu seperti agak ringkih, tek, tek, tek, gitu. Mungkin buat yang tidak suka sama perasaan (bunyi) kretek kresek kresek gitu bisa pilih laptop convertible yoga keluaran Lenovo saja, tapi yang saya tau di Bhinneka baru ada yang Broadwell, belum Skylake.

Laptop ini juga tidak panas. Oke, secara fair, kalau saya tidak pakai notebook cooler yang baik, tentu saja ada hangat, tapi tidak panas, kalau mau perbandingan malah tidak sepanas normalnya laptop Apple :p Tapi yang perlu diperhatikan, panas atau tidak panas ini hanya berdasarkan pengalaman saya sebagai pemakai yang tidak mengkhususkan diri saya sebagai spesialis review yang lengkap hitungan-hitungan panasnya berapa derajat segala macam dan berapa lamanya. Buat juragan-juragan yang mau telaten dan lebih teliti daripada saya mengenai soal itu mungkin Anda bisa menginstal openhardwaremonitor http://openhardwaremonitor.org/ pada sistem Anda. Yang saya sampaikan di sini murni hanya sharing buat sesama (atau calon sesama) pengguna HP Spectre x360 13-4125TU Gold saja ya. Jadi mohon maaf kalau review saya ini sifatnya kurang teknis karena saya lebih banyak tidak tahunya daripada tahunya. Masih banyak kurangnya.

Laptop ini juga tidak berisik. Tapi mohon jangan tanya kepada saya berapa desibelkah tingkat kebisingan laptop ini, karena saya tidak mencobanya dengan data teknis seperti itu. Saya lagi-lagi hanya sharing kalau laptop ini tidak berisik. Tidak seberisik laptop Mac saya. Oops, lagi-lagi. Peace.

Harddisk-nya juga sudah SSD, 512GB pula! Jadi kalau melawan harddisk komputer desktop saya yang 2TB, komputer desktop saya kalah cepat, karena “masih” 7200 rpm, walau size-nya lebih besar. Saya beri tanda petik karena sebenarnya walau punya harddisk 5400 rpm juga seyogyanya saya musti bersyukur masih punya harddisk daripada tidak punya harddisk sama sekali dan punyanya kartu plong atau disket.

Proses booting benar-benar sangat cepat, hanya dalam sekejap mata, atau bahkan saya lupa hendak mengedipkan mata, tau-tau saya sudah masuk di menu Start Windows 10 Home 64 bit notebook HP Spectre x360 13-4125TU Gold ini.

Suaranya juga kencang. Jadi kalau buat presentasi ruangan 10 x 6 meter sudah cukup terdengar.

Disclaimer: saya bukan orang ahli hardware. Tulisan ini bertujuan untuk sharing kepada sesama pengguna dan calon pengguna notebook HP Spectre x360 13-4125TU Gold. Anda tidak harus setuju dengan saya karena bisa jadi pengalaman Anda memiliki dan menggunakan HP Spectre x360 13-4125TU Gold ini berbeda dengan saya, dan saya berharap Anda juga bisa share kalau punya pengalaman yang berbeda, atau yang kurang-kurang memuaskan setelah memiliki notebook HP Spectre x360 13-4125TU Gold ini.

Tulisan ini saya buat untuk review produk HP Spectre x360 13-4125TU Gold di Bhinneka.Com. Sengaja saya tulis salinannya di sini, untuk menjaga-jaga apabila ada update, maka yang menjadi acuan saya adalah pada entri blog ini. Rencananya saya juga ingin memotret laptop saya, walau begitu, buat para pengunjung blog ini, saya tidak janji akan benar-benar melakukan itu dan meng-upload-kannya ke blog ini, ya :) Harap maklum. Peace.